Collection, sample speeches. theme of education, health, sport, illegal logging, drugs, internet, facebook, juvenile delinquency, global warming, HIV, hygiene, motivation, birthdays, technology, school graduates, and many others, both in Indonesian, English and Sundanese language.

Powered by Blogger.

Teks Prosedur

Jenis teks prosedur biasanya bisa ditemukan ketika kamu ingin melihat cara mengoperasikan suatu mesin atau ketika kita mempelajari cara memasak makanan. Teks prosedur inilah yang menyajikan langkah-langkah dalam menggunakan mesin ataupun memasak supaya memperoleh hasil yang diinginkan. 

Teks prosedur merupakan teks yang berisikan langkah-langkah suatu aktivitas atau kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya, saat kamu membeli sebuah mesin printer, maka kamu harus mengetahui langkah-langkah dalam menggunakannya.

Jenis teks prosedur terbagi menjadi yang sederhana hingga kompleks. Kamu bisa menemukan berbagai teks prosedur yang hanya dengan beberapa tahapan sederhana saja, namun juga bisa menemukan teks prosedur yang memiliki berbagai langkah yang rumit.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (11/10/2019) tentang jenis teks prosedur

Jenis Teks Prosedur

  • Teks Prosedur Sedehana

Jenis teks prosedur yang pertama adalah teks prosedur sederhana. Teks prosedur sederhana ini hanya berisi dua atau tiga langkah saja, contohnya prosedur untuk mengoperasikan setrika.

Jenis teks prosedur satu ini disebut teks prosedur sederhana karena memang penyajian teksnya yang sangat simpel dan sederhana. Jadi teks ini sangatlah singkat dan hanya menyajikan bagian yang dianggap bagian benar-benar pentingnya saja.

Bagian paling awal biasanya tidak disajikan. Sebagai contoh, dalam penggunaan setrika, penjelasannya tidak dimulai dari menancap atau menghidupkan stop kontak.

  • Teks Prosedur Kompleks

Jenis teks prosedur selanjutnya adalah teks prosedur kompleks. Teks prosedur kompleks terdiri atas banyak langkah dan jenjang untuk tiap tahapannya. Contohnya prosedur pembayaran tilang oleh polisi.

Bahkan, biasanya terkadang terdapat sub-langkah dalam suatu langkah dalam jenis teks prosedur satu ini. Langka-langkah dalam proses penggunaan setrika misalnya, disajikan dengan sangat detail sehingga langkah-langkah tersebut dapat langsung kamu ikuti dengan sama persis dan lebih mudah untuk dipahami.

  • Teks Prosedur Protokol

Jenis teks prosedur lainnya adalah teks prosedur protokol. Teks prosedur protokol merupakan teks prosedur yang langkah-langkahnya sangat sederhana dan mudah dipahami. Contohnya dalam membaut sup, kamu bebas memilih untuk memotong wortel atau kentang terlebih dahulu, karena bahan-bahan tersebut nantinya akan dimasukkan secara bersamaan.

Jenis teks prosedur ini bersifat lebih fleksibel. Hal tersebut dikarenakan urutan langkahnya dapat diubah atau di bolak-balikkan. Walaupun kamu membolak-balikkan langkah tersebut, kamu tetap dapat memperoleh hasil yang baik. memindah-mindahkan urutan dari langkah-langkah dalam teks prosedur protokol ini tidak menjadi masalah, karena tidak mempengaruhi hasil nantinya.

Ciri-Ciri Teks Prosedur

Setelah mengetahui jenis teks prosedur, maka kamu juga harus memahami tentang ciri-ciri teks prosedur, yang diantaranya adalah:

  • Menggunakan Kalimat Imperatif

Ciri-ciri yang pertama adalah menggunakan kalimat imperative. Kalimat imperatif merupakan kalimat yang bersifat perintah. Jadi setiap langkah teks prosedur harus terdapat perintah supaya pembaca dapat memahami apa yang harus dilakukan melalui perintah tersebut.

  • Menggunakan Kata Kerja Aktif

Ciri-ciri selanjutnya adalah menggunakan kata kerja aktif. Teks prosedur yang baik merupakan teks yang menggunakan kata kerja yang aktif bukan kata kerja yang pasif. Jadi dalam prosedur menggoreng telur, kamu harus menuliskan “Anda harus menggoreng telur hingga matang”. Bukan menuliskannya, “Telurnya wajib digoreng hingga matang sama anda”


  • Penggunaan Struktur Bahasa Yang Baik

Selain itu, ciri-ciri teks prosedur selanjutnya adalah memiliki struktur bahasa yang baik. Agar teks lebih mudah untuk dipahami, struktur bahasa harus diperhatikan dengan baik. Struktur bahasa yang harus diperhatikan mulai dari hal yang sederhana seperti konjungsi, keterangan tempat dan waktu, serta kaidah kebahasaan.

Selain itu, teks prosedur juga harus memiliki bahasa yang rinci dan teliti, informatif, objektif, berisi langkah-langkah yang berkelanjutan, disertai penjelasan yang logis, dan akurat.

Struktur Teks Prosedur

Selain itu, kamu juga harus mengerti bagaimana struktur teks prosedur, sebagai berikut:

  • Tujuan

Bagian pertama dari sebuah teks prosedur adalah tujuan. Pada bagian ini disajikan tujuan dibuatnya teks prosedur, sehingga pembaca dapat mengetahui untuk apa teks tersebut dibuat.

Contohnya tertulis tujuannya adalah supaya pembaca dapat membuat takoyaki dengan cita rasa yang sangat lezat. Sehingga pembaca akan tertarik untuk mencobanya. Hal tersebut dikarenakan mereka berpikir bahwa dengan mengikuti teks tersebut, mereka dapat berhasil membuat takoyaki yang lezat.

  • Material

Material merupakan bagian kedua dari struktur teks prosedur. Pada bagian ini disajikan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menjalani langkah-langkah yang ada di teks prosedur tersebut.

Sebenarnya, bagian material ini tidak dimiliki semua teks prosedur. Ada teks prosedur yang memang memerlukan bagian ini dan juga ada pula yang memang tidak memerlukannya.

Sebagai contoh, dalam membuat burger disajikan bahan untuk membuat burger berupa roti, tomat, daging, dan sebagainya. Namun, apabila teks prosedurnya bertujuan supaya pembaca dapat menggunakan motor maka bagian ini tidak diperlukan. Hal tersebut dikarenakan kita tidak memerlukan bahan apapun untuk menghidupkan ataupun mengoperasikan motor.

Langkah-Langkah

Selanjutnya, bagian utama dari struktur teks prosedur adalah bagian langkah-langkah. Hal tersebut dikarenakan di bagian inilah pembaca yang sama sekali tidak mengerti awalnya dalam melakukan suatu hal perlahan-lahan dibuat menjadi bisa dalam melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu, bagian ini harus dibuat dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti oleh pembaca, agar mendapatkan hasil yang baik pula nantinya.

Cerita Fantasi Pengertian, Ciri, Struktur, dan Jenis

Cerita fantasi sendiri merupakan jenis narasi dimana pengarang bisa mengembangkan kreativitas yang dimiliki karena memang cerita ini hanyalah fantasi dari dirinya sendiri. Secara umum, teks cerita ini hampir sama dengan teks narasi secara keseluruhan, namun memiliki perbedaan pada alur, unsur, serta struktur cerita yang digunakan, dimana cerita biasanya cenderung dilebih-lebihkan.

Cerita fantasi bisa dibilang sebagai sebuah kisah atau cerita karangan dengan alur yang normal, namun sifatnya imajinatif. Sering kali berbagai unsur di dalam cerita tersebut, seperti peristiwa yang terjadi di dalamnya, tidak akan pernah benar-benar terjadi di dunia nyata. Struktur Cerita Fantasi Karena pengertian cerita fantasi yang secara keseluruhan nyaris menyerupai pengertian cerita narasi pada umumnya, maka dari segi struktur pun keduanya hampir sama. Adapun pengertian dari masing-masing elemen struktur di dalam cerita ini adalah sebagai berikut: 1. Orientasi atau perkenalan Disini penulis akan memperkenalkan tokoh, tema, serta alur cerita kepada pembaca. 2. Konflik Ini adalah tahapan ketika permasalahan di dalam cerita bermula, dari awal hingga puncak permasalahannya. 3. Resolusi Resolusi atau penyelesaian merupakan penyelesaian dari konflik atau permasalahan di dalam cerita dan mengarah kepada akhir cerita. 4. Akhir cerita (Koda) Seperti namanya, ini adalah akhir atau penutup dari sebuah cerita. Ciri-ciri Cerita Fantasi 1. Ada keajaiban, sesuatu yang aneh dan misterius Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal yang sifatnya tidak nyata, ajaib, dan misterius. Pokoknya, sesuatu yang tidak kita temui dalam dunia nyata. Ini adalah dunia imajinatif yang diciptakan penulis, sehingga tidak mungkin dijadikan biasa. Biasanya, tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata, atau modifikasi dunia nyata. 2. Ide cerita terbuka Ini artinya penulis bebas menuangkan segala imajinasinya, atau bebas berhayal. Tidak ada batasan terhadap realitas atau kehidupan nyata. Sehingga penulis atau pengarang bisa mengembangkannya dengan sesuka hati. Tema atau ide yang paling sering dikaitkan dengan cerita jenis ini adalah tema supranatural, mistis, horror, fiksi ilmiah atau ­science-fiction (sci-fi), dan sebagainya. Adakalanya, meski ide cerita bersifat sederhana, namun selalu ada pesan menarik dibalik setiap cerita ini. 3. Latar bisa menembus ruang dan waktu Cerita fantasi bisa menggunakan latar apapun dalam penulisannya, mulai dari yang ada dalam kehidupan sehari-hari hingga yang tidak ada atau bersifat karangan. Jalinan peristiwa pada cerita ini juga bisa berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu. 4. Ada tokoh yang tak biasa atau unik Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik. Adakalanya bahkan yang tidak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja seseorang yang bisa mengeluarkan api dari tangannya, seseorang yang bisa melihat mimpi orang lain, jin yang bisa keluar dari lampu, dan sebagainya. Tokoh di cerita ini bisa berada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman, meski secara penampilan mungkin tak berbeda dengan kita yang hidup di masa sekarang. lampu ajaib aladdin 5. Fiktif semata Cerita bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Meski ada juga yang diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan, hanya saja dilebih-lebihkan. 6. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam cerita fantasi bervariasi, tidak melulu dalam bentuk bahasa formal.

TEKS DESKRIPSI | PENGERTIAN, TUJUAN , CIRI, STRUKTUR


A. KOMPETENSI DASAR

3.1  Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat

        wisata, tempat bersejarah, dana tau suasana pentas seni daerah)

4.1  Menentukan isi teks deskripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, pentas

       seni daerah, kain tradisional, dll) yang didengar dan dibaca.

 

3.2 Menelaah struktur dan unsur kebahasaan dari teks deskripsitentang objek

      (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dana tau suasana pentas seni daerah)

      yang didengar dan dibaca.

 

4.2 Menyajikan data gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek

      (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dana tau suasana pentas seni daerah)

      secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan

      dan tulis.

 

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat :

1.       Memahami Pengertian teks deskripsi

2.      Menentukan ciri umum teks deskripsi dari segi isi dan tujuan komunikasi pada teks yang dibaca/didengar.

3.      Menentukan ciri teks deskripsi dari aspek kebahasaan pada teks yang dibaca/ didengar.

4.      Menentukan jenis teks deskripsi pada teks yang dibaca/didengar.

5.      Menentukan struktur teks deskripsi

6.      Merencanakan penulisan teks deskripsi

7.      Menulis teks deskripsi dengan memperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/tanda baca/ejaan.

 

 

C.    MATERI PEMBELAJARAN

1.      PENGERTIAN TEKS DESKRIPSI

Kata deskripsi berasal dari Bahasa Latin yaitu describere yang artinya melukiskan atau menggambarkan.

Jadi, Teks deskripsi adalah  teks atau paragraf yang melukiskan atau menggambarkan suatu objek atau keadaan tertentu kepada pembaca secara jelas dan terperinci berdasarkan sudut pandang pribadi penulisnya. Sehingga pembaca  seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan sendiri apa yang dideskripsikan oleh penulis tersebut.

Objek yang dimaksud bisa berupa keadaan alam di tempat tertentu (tempat wisata), keadaan hewan (hewan peliharaan), keadaan orang (manusia), dll. Misalnya hewan yang bernama si Bagas atau orang yang bernama Wulandari. Dengan teks tersebut, penulis bertujuan untuk menggambarkan suatu objek sehingga pembacanya seolah-olah menyaksikan dan merasakan langsung suatu objek dengan sejelas-jelasnya atau secara terperinci.

 

2.     TUJUAN TEKS DESKRIPSI

Teks Deskripsi bertujuanuntuk menggambarkan/ melukiskan secara rinci dengan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan dari sudut pandang penulis, sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikannya.

 

3.     CIRI TEKS DESKRIPSI SECARA UMUM

·         Melukiskan atau menggambarkan suatu objek seperti benda, suasana tertentu atau tempat.

·         Penggambaran dilakukan dengan melibatkan pancaindra ( penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman, dan perabaan).

·         Memaparkan ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti bentuk, warna, ukuran, dan kepribadian secara rinci dan jelas.

·         Banyak ditemukan kata-kata yang maknanya berupa kata sifat atau keadaan.

·         Para pembaca dapat merasakan sendiri atau mengalaminya sendiri.

 

 

4.    CIRI TEKS DESKRIPSI DARI SEGI TUJUAN DAN OBJEK YANG DIDESKRIPSIKAN

a.      Ciri tujuan

Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis.

b.      Ciri objek yang dideskripsikan

Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus dengan ciri tertentu yang berbeda dengan umumnya (objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain atau objek yang dideskripsikan memiliki keunikan atau keistimewaan yang berbeda dengan umumnya).

c.      Ciri isi

·         Isi teks deskripsi diperinci menjadi bagian-bagian objek

·         Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan wisata yang indah akan dokonkretkan indahnya seperti apa, misalnya kemolekan, elok, permai, menakjubkan. Menggambarkan ibu yang baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa, misalnya tulus, ramah, penuh kasih, menginspirasi dll

·         Isi teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus ( kata Umumnya “warna kata khususnya hijau, merah, kuning, biru toska, oranye, dll)

·         Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat/ majas (ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh)

 

5.     STRUKTUR TEKS DESKRIPSI

1)      Identifikasi / Deskripsi umum merupakan bagian yang mengenalkan objek, tempat, atau orang yang akan dideskripsikan. Berisi ciri umum seperti nama objek, lokasi, ukuran, keseluruhan dan lain sebagainya.

2)     Deskripsi bagian,  memuat gambaran rinci dari objek yang digambarkan. Penggambaran ciri-ciri tersebut memecah bagian-bagian objek secara rinci.

3)     Penutup/ Kesimpulan, teks deskripsi mungkin pula diakhiri dengan kesan-kesan tertentu atau kesan umum yang didapatkan penulis setelah melihat objek. Misalnya,  berupa kekaguman atau ketertarikan penulis terhadap objek yang digambarkan.

 

6.    KAIDAH  KEBAHASAAN DALAM TEKS DESKRIPSI

1)      Menggunakan kata konkret

Kata konkret adalah kata yang acuannya/ objeknya mudah diserap oleh pancaindra. Kata konkret ini memiliki ciri seakan dapat dilihat, dapat didengar, dapat dirasakan, dapat diraba, dapat dicium.

Misalnya :

Seakan dapat dilihat

Seakan dapat didengar

Seakan dapat dirasakan

Kulit ayahku kuning langsat.

Rambutnya hitam bergelombang.

Tetesan hujan itu sangat tenang,

Debur ombak pantai terdengar berirama.

Terik matahari membakar sekujur tubuh

 

2)     Menggunakan kata Rujukan (Padanan kata)

Kata rujukan merupakan suatu kata yang merujuk pada kata lain yang sudah digunakan sebelumnya dan menunjukkan keterikatannya.

Jenis rujukan sebagai berikut.

a.      Rujukan personal atau orang, seperti dia, ia, mereka, dan beliau.

Contoh : Tadi pagi Rina terlambat masuk kelas. Dia bangun kesiangan.

Kata Dia dalam kalimat di atas merujuk pada bagian sebelumnya yaitu Rina.

b.      Rujukan benda, seperti ini, itu, dan tersebut.

Contoh : Kemarin saya membaca novel Laskar Pelangi karya andrea Hirata, novel ini merupakan salah satu novel terbaik yang pernah say abaca.

Kata inimerujuk pada novel Laskar Pelangi.

c.      Rujukan tempat, seperti di sini, di situ, di sana.

Contoh : Aku tinggal di jalan Mawar No. 13. Di sana aku tinggal bersama orang tua dan ketiga adik kecilku.

Kata Di sana merujuk pada kata tempat tinggal.

3)     Menggunakan kata konjungsi atau kata penghubung

Konjungsi atau kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antarklausa, antar kalimat, dan antarparagraf.

Ada berbagai macam konjungsi dalam bahasa Indonesia. Namun, khusus pada teks deskripsi umumnya menggunakan konjungsi dan, tepapi, sehingga.

Konjungsi dan digunakan untuk menambah unsur deskripsi,

Contoh : Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar.

Konjungsi tetapidigunakan untuk memperlawankan unsur deskripsi,

Contoh : Kak Ros memang sangat galak tetapi sebenarnya hatinya baik.

 Sementara konjungsi sehingga digunakan untuk menghubungkan sebab dan akibat unsur deskripsi.

Contoh : Marisa sangat rajin membaca  sehingga ia punya wawasan yang luas.

4)     Menggunakan kata berimbuhan(Afiksasi)

Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan.

Afiks atau Imbuhan adalah bunyi yangb ditambahkan pada sebuah kata, baik di awal (awalan/ prefiks) contoh : meN-, ber-, di-, ter-, peN-, per-, se-, ke-.

Di tengah (sisipan/ infiks) contoh : -el-, -em-, -er-, -e-, -in-.

Di akhir (akhiran/ sufiks) Contoh : -kan, -an, -i, -nya.

Maupun gabungan antara awalan dan akhiran (konfiks) contoh : ke-an, per-an, peN-an, ber-an, se-nya.

Di samping itu terdapat pula imbuhan yang merupakan serapan dari Bahasa asing, yaitu : -I; -man; -wati; -iyah, -is, -sasi, -isme.

Imbuhan tersebut di antaranya sebagai berikut.

·         Dari Bahasa arab :-ah, -i. Fungsinya sebagai pembentuk atau penanda kata sifat. Contoh : manusiawi, alamiah, alami.

·         Dari Bahasa Sansekerta : -man, -wan, -wati. Fungsinya sebagai pembentuk kata benda. Contoh : budiman, wartawan, pragawati.

·         Darai Bahasa Inggris : -an, -en, -is, -if, -al. Fungsinya sebagai pembentuk kata sifat. Contoh : imigran, presiden, egois, deskriptif, formal.

5)     Menggunakan kata depan (Preposisi)

Kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina (kata benda)  atau pronominal (kata ganti).

Misalnya : kata depan di, ke, dari

6)     Menggunakan kata Sinonim

Sinonim adalah dua kata yang bentuknya berbeda tetapi maknanya sama atau hampir sama. Contoh : Keindahan dan keelokan candi itu tampak dari bentuk bangunannya.

7)     Menggunakan kata kopula yaitu kata-kata yang digunakan untuk mengenalkan objek. Seperti adalah, ialah, merupakan, yaitu.

8)    Menggunakan kata sifat (Adjektiva) yang bersifat emotif atau emosi kuat.

Adalah kata yang berfungsi untuk menerangkan/ mendeskripsikan kata benda. Kata emosi adalah kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan dan mengekspresikan perasaan yang dialami seseorang. Teks deskripsi juga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat. Misalnya, memukau, indah, menawan. Elok, cerai berai, tabah, memesona.

9)     Menggunakan kata kerja material atau kata kerja yang menunjukkan tindakan suatu benda, binatang, manusia, atau peristiwa. Misalnya,  melompat, mengibaskan, berdiri.

10) Menggunakan kata ganti orang, misalnya Anda,

Contoh : Memasuki kawasan wisata ini, Anda akan disambut dengan taman bunga dan gazebo-gazebo kecil di sisi kiri dan kanan.

 

7.     JENIS TEKS DESKRIPSI

Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori yaitu,

a.      Teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks

b.      Teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll).

 

8.    POLA PENGEMBANGAN TEKS DESKRIPSI

1)      Pola Pendefinisian

Cuplikan teks deskripsi di bawah ini menyatakan suatu definisi atau pengertian suatu konsep atau topik tertentu.

Contoh :

Text Box: Pantai Senggigi merupakan salah satu wisata andalan di Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi sangat indah. Pantai Senggigi terletak di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan. Pura Bolong menjadi pelengkap wisata di Pantai Senggigi.

 

 

 

 

 

 

 

 


2)     Pola Tematis

Paragraf ini disusun berdasarkan tema-tema dan setiap tema diwakili oleh satu atau dua buah kalimat.

Text Box: Alunan nada yang membentuk harmonisasi lagu menggema di halaman kampus Universitas Padjajaran Jln. Dipati Ukur, Bandung, Senin (27/8) siang. Lebih dari sepuluh ribu pasang tangan memainkan alat music tradisional aklung dan memanjakan ribuan pasang telinga yang mendengarnya. Ribuan mahasiswa baru dan “civitas academica”Unpad memainkan alat music tradisional angklung. Mereka begitu kompak. Permainan mereka begitu memukau para penonton. Acara yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-50 Unpad itu membuat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ikut terpukau.

Contoh :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun tema-tema yang terdapat dalam paragraf itu adalah :

a.      Alunan nada,

b.      Ribuan pasang tangan

c.      Ribuan mahasiswa baru dan civitas academicaUnpad,

d.     Permainan mereka, dan

e.      Acara yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-50 Unpad.

Berikut contoh lainnya untuk paragraf yang berpola tematis.

Text Box: Terdengar suara seruling sangat merdu. Terasa menyayat-nyayat hati. Suara gamelan bertalu-talu berselang dengan suara gong. “Gung….gung…”begitu menggema suara itu. Tepuk tangan penonton sesekali menyelinginya. Tidak ada kresedihan lagi di sana meskipun bagiku semuanya tidak lebih dari sebuah peristiwa yang memilukan.



Tema-tema dalam paragraf di atas adalah :

a.      Suara seruling,

b.      Suara gamelan,

c.      Tepuk tangan penonton,

d.     Kesedihan,dan

e.      Sebuah peristiwa yang memilukan.

 

3)     Pola Keruangan atau Spasial

Cuplikan teks ini disusun menurut urutan ruang, misalnya dari atas ke bawah, dari pinggir ke tengah, dan dari utara ke selatan.

Contoh :

Text Box: Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi. Di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

 

 

 

 

 

 

 



4)     Pola Urutan waktu

Pola urutan waktu sering pula dijumpai pada jenis teks deskripsi. Kalimat-kalimat di dalam teks itu disusun dengan mengikuti alur waktu, misalnya dari pagi menuju siang atau dari sore menuju malam.

Contoh :

Text Box: Pagi hari mentari sudah menyemburkan warna kuning keemasan. Lama-kelamaan warna itu semakin memutih dihiasi awan berarak. Tidak seperti kemarin, pesona pagi itu menjadikan hari kian bergairah. Tambah siang, suasana lebih hangat. Pertanda bahagiakah? Tentu aku berharap, semoga mentari indah itu tetap ada dan aku bisa mewujudkan pertunangan sore nanti benar-benar menjadi nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 


Cuplikan karangan di atas disusun dengan pola urutan waktu, yakni dimulai dengan penggambaran suasana pagi, kemudian menjelang siang, sampai sore hari. Pola urutan waktu juga bisa mengikuti angka hari, bulan, tahun, dan seterusnya. Namun, yang disampaikan bukan pada peristiwa, melainkan kondisi ataupun keadaannya, baik berkenaan dengan tempat, orang, benda, maupun hal lainnya.

 

9.    MENYUSUN TEKS DESKRIPSI

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

a.      Menentukan tema

b.      Menentukan tujuan

c.      Mencari data

d.     Membuat kerangka karangan

e.      Mengembangkan kerangka karangan menjadi teks.


10.   MENYUNTING TEKS DESKRIPSI

Langkah-langkah menyunting teks deskripsi sebagai berikut.

a.      Membaca ulang konsep dasar teks atau karangan yang telah ditulis dengan penuh ketelitian

b.      Mengidentifikasi dan memerhatikan kesalahan-kesalahan dalam segi penggunaan Bahasa, meliputi : penggunaan kata baku dan tidak baku : ejaan, tanda baca, diksi atau pilihan kata, struktur teks, konjungsi atau kata penghubung, serta kepaduan antar kalimat.

c.      Memerhatikan tata letak tulisan, meliputi penempatan posisi judul utama, judul tambahan, subjudul, urutan penomoran, dan penempatan gambar atau grafik.

d.     Memerhatikan spasi dan tingkat kerapatan antar kata, kalimat, dan paragraf.

e.      Memperbaiki kesalahan-kesalahan teks atau karangan yang telah diidentifikasi sebagaimana disebutkan di atas dengan cara melakukan pengubahan, penghapusan, penggantian, atau penambahan unsur-unsur Bahasa dalam tulisan.

f.       Sebagai tahap akhir, seorang penyunting sebaiknya membaca ulang teks yang sudah diperbaiki sebelum diterbitkan.

 

 

 

Back To Top